//
you're reading...
Uncategorized

TUTORIAL SOBEK

MEMBUAT SETTING AWAL PADA SOBEK

  1. Jalankan SOBEK

 

  1. Klik ganda pada New Project, sehingga muncul jendela berikut. Masukan nama projectnya misalnya C_TEGU à OK

  1. Hasilnya akan muncul jendela Case. Kotak yang berwarna abu-abu berarti bahwa kotak belum aktif

 

 

 

  1. Klik menu Case à Open as new à masukan nama kasusnya pada Enter of new case: misalnya COBA_TEGU à klik OK

  1. Hasilnya adalah jendela case yang sudah berubah warna

  1. Klik ganda pada kotak Import Network à pilih Start from scratch à OK

 

  1. Klik ganda pada kotak Meteorological Data à ambil nilai defautlnya à OK

  1. Klik ganda pada kotak Setting sehingga muncul jendela sebagai berikut:

  1. Lakukan centang pada 1DFLOW (Rural) dan Overland Flow (2D)
  2. Klik Edit pada 1DFLOW (Rural). Atur time step computation à tergantung data yang digunakan, jika data debit yang digunakan memiliki interval pengukuran menitan maka isikan 1 pada min, dst
  3. Atur juga periode simulasi à awal pengukuran dan akhir pengukuran data yang digunakan

  1. Klik edit pada Overland Flow (2D). aturlah seting seperti terlihat pada gambar berikut:

 

  1. Klik ganda pada kotak Schematisation
  2. Klik pada Edit model à sehingga akan muncul jendela Netter

 

 

 

 

 

 

 

 

MELAKUKAN EDITING NETWORK DI JENDELA NETTER

RENCANA NETWORK YANG AKAN DIBUAT

C

2D Line boundary                                                            3

4

5  B

2D Line measurement                                                        2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

History

1

A

A,B,C adalah node flow boundary

1,2,3,4 dan 5 adalah node cross section

Tombol-tombol yang sering digunakan pada jendela Netter

  1. Tombol Save
  2. Tombol Zoom In
  3. Tombol Zoom out
  4. Tombol Pan
  5. Tombol Select
  6. Tombol untuk melihat network secara keseluruhan
  7. Tombol untuk memulai editing network
  8. Tombol dropdown list untuk mengubah aksi edit
  9. Tombol dropdown list untuk mengubah symbol titik (node)
  10. Tombol dropdown list untuk mengubah symbol garis
  11. Tombol untuk memulai mengedit vector jaringan sungai

1                      2          3          4          5          6

 

 

 

 

 

7          8                      9          10        11

 

Untuk membuat network tersebut langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

Mengimport DEM.

Klik File à Import. Pilih tipe filenya yaitu grid ASC à OK

Sehingga akan muncul grid DEMnya

 

 

Menambahkan Flow boundary

  1. Flow Boundary merupakan batas/tepi jaringan sungai
  2. Klik ikon untuk memulai Edit Network
  3. Klik

 

 

 

 

 

 

  1. Ini adalah untuk memilih simbol Flow-Boundary
  2. Klik

 

 

 

 

  1. Ini adalah untuk mengubah aksi editing dari No edit action menjadi aksi Add Node. Proses ini juga akan menjadikan bentuk kursor berubah menjadi bentuk pensil. Tambahkan Flow Boundary pada tempat-tempat yang diinginkan.

 

Menambah Connection Node

  1. Untuk tiap percabangan sungai kita harus menambahkan connection node.
  2. Klik:

 

  1. Ini adalah untuk memilih simbol Flow-Connection Node.
  2. Pilih aksi Add Node

 

Menghapus Node

  1. Jika terjadi kesalahan penambahan node, node tersebut dapat dihapus dengan mengubah aksi edit menjadi:

 

Menambahkan Flow Channel (alur sungainya dalam 1D)

  1. Klik

 

 

 

  1. Ubah aksinya:

 

  1. Lakukan klik pada node awal, drag mouse pada node tujuan dan lepaskan. Lakukan hal yang sama untuk menghubungkan satu node dengan node yang lain

 

Membentuk alur/belokan-belokan sungai

  1. Flow channel yang baru saja dibuat masih dalam bentuk lurus. Dalam kenyataannya hal ini harus disesuaikan dengan bentukan alur sungai di lapangan. Untuk melakukannya:
  2. Klik  (Edit Reach Vectors)
  3. Klik pada ikon Show Coordinates
  4. Klik ikon Select  untuk memilih segmen yang akan diedit belokannya
  5. Klik pada ikon Add coordinate , sehingga ikon kursor akan berubah
  6. Klik dan drag alur sungai pada posisi belokan yang diinginkan. Lakukan untuk belokan-belokan yang lain.
  7. Jika semua sudah selesai klik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Sehingga muncul jendela

  1. Atur Length dan centang Equidistance untuk menentukan interval penggalan sungainya à OK

 

Menambah node Cross Section

  1. Klik:

 

 

 

 

 

 

 

  1. Ubah aksi edit menjadi Add Node à Tambahkan node cross section sesuai dengan lokasi yang diinginkan

Mengisi atribut node: Flow Boundary

  1. Pilih pada salah satu node flow boundary. Misalnya mulai dari node A (lihat gambar rencana membuat network) Klik kanan pada mouse:
  2. Sehingga muncul jendela berikut. Pada Typeà flow (Q), pada Value à Function of time. Klik pada Table…

  1. Sehingga muncul jendela edit table. Isikan data debit hasil pengukuran debit pada titik A tersebut, pada periode waktu yang sudah ditentukan sebelumnyaà OK
  2. Lakukan hal yang sama untuk node flow boundary –B
  1. Untuk node flow boundary -C, kita hanya memberi nilai konstant

Mengisi atribut node: Cross Section

  1. Klik kanan pada salah satu node Cross Section, misalnya Node-1

  1. Sehingga muncul:

  1. Aturlah ketinggian Bed level (dasar sungai) dan Surface Level (ketinggian penampang sungai). Klik pada tab Cross Section

  1. Aturlah penampang alur pada lokasi penampang yang bersangkutan. Pada Cross section, gantilah Defautl dengan nama tertentu, misalnya Penampang1. Hal ini menyebankan tombol Define dimentions menjadi aktif à klik tombol tersebut.

 

  1. Aturlah Bottomwidth dan Maximum flow width, sesuai dengan data pengukuran lapangan à OK. Aturan penampang cross section ini dapat digunakan/dipanggil untuk cross section yang lain yang memiliki penampang ukuran yang sama.
  2. Klik pada tab Friction

  1. Aturlah kekasaran penampang saluran tersebut sesuai dengan kondisi lapangan. Misalnya dengan menggunakan konstanta Manning, gantilah nilai Constant value-nya à OK

 

 

 

 

Menambah Line Boundary

  1. Line boundary adalah symbol dari outlet dari aliran sungai. Outlet ini bisa berupa danau, laut atau sungai yang lebih besar. Line boundary terdiri dari dua buah 2D-corner yang dihubungkan dengan 2D line boundary. Untuk membuatnya caranya adalah:
  2. Ganti symbol dengan 2D-corner dengan cara mengklik

  1. Ganti aksi edit dengan Add Node à letakkan node 2D corner pada tempat yang diinginkan.
  2. Ganti simbol garis dengan mengklik

  1. Ganti aksi edit dengan: Connect Node

  1. Hubungkan kedua 2D corner tersebut

 

 

 

 

Mengisi atribut Line Boundary

  1. Klik kanan pada line boundary

 

Sehingga muncul jendela:

 

  1. Isi dari atribut line boundary ini adalah Type: water level (h) dan Value: constant value: isi dengan ketinggian yang diinginkan.

 

Menambah line measurement

  1. Line boundary terdiri dari dua buah 2D-corner yang dihubungkan dengan 2D line measurement. Untuk membuatnya caranya adalah:
  2. Ganti symbol dengan 2D-corner. Tambahkan node pada tempat-tempat yang diinginkan.
  3. Gantilah simbol garis dengan

  1. Ganti aksi edit dengan: Connect Node à Hubungkan kedua 2D corner tersebut.

Menambah point history

  1. Ubah symbol titik

  1. Ganti aksi edit dengan Add Node à letakkan node 2D corner pada tempat yang diinginkan.

Menyimpan network dan Keluar dari jendela Netter

  1. Sambil mengerjakan proses pembuatan network, jangan lupa untuk selalu mengklik ikon: Save Network
  2. File à Exit

 

Finishing skematisasi

  1. Klik Check Flow Model à untuk mengecek apakah pada jaringan terdapat kesalahan/kekurangan pada seting

  1. Klik Perform Check à Jika semua sudah OK à klik OK. Jika masih ada kesalahan akan muncul pesan salah yang menunjukan lokasi kesalahan, dan untuk membetulkannya kita harus kembali ke Netter dengan meng klik: Edit Model

  1. Klim pada kotak Simulation untuk memulai proses perhitungan simulasi, dan proses akan ditunjukan dengan jendela Simulate berikut ini:

 

 

 

 

 

 

MENAYANGKAN HASIL SIMULASI

Menayangkan hasl dalam bentuk Peta simulasi / Animasi

  1. Klik pada kotak Results in maps

 

 

 

1

 

 

2

 

 

 

 

 

  1. Klik pada Depth (incremental), sehingga akan muncul jendela View Data. Pilih Play mode yang diinginkan à mis: Continuous
  2. Klik tombol play (2)

 

Menayangkan dalam bentuk Grafik

  1. Klik pada kotak Results in Charts

 

  1. Klik pada parameters yang diinginkan à mis: Waterlevel
  2. Klik pada lokasi yang diinginkan à mis: 1_10
  3. Klik pada range time steps yang diinginkan à mis:All (dengan mengklik tombol All)
  4. Klik pada Graph

  1. Data output bisa dieksport menjadi file DBF dengan meng-klik tombol Eksport data

 

Menampilkan informasi lain

  1. Informasi meta simulation dapat ditampilkan dengan mengklik kotak Results in Tables

  1. Klik View

About dwiprab

Tukang Peta

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: